Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

BUAH BUAHAN DAN NAMA LATINNYA


Nama latin adalah cara penamaan yang dipakai universal untuk membedakan suatu spesies dengan spesies lainnya, karena satu spesies yang sama bisa memiliki banyak nama untuk daerah yang berbeda, bahkan dalam daerah yang sama orang yang berbeda bisa memberi nama yang berbeda untuk satu spesies yang sama. Berikut nama latin untuk beberapa tanaman buah-buahan:

Abiu = Pouteria caimito

Alpukat = Persea americana Mill.

Ampalam (Asem) = Mangifera sp.

Anggur = Vitis vinifera atau Vitis labrusca

Apel = Malus domestica atau Pyrus malus

Arbey = Fragaria vesca

Asam = Tamarindus indica

Bacang = Magnifera foetida

Belimbing = Averhoa bilimbi L. atau Averhoa Carambola L.

Belimbing Wuluh = Averhoa bilimbi

Binjai (Kemang) = Mangifera caesia

Buah Naga = Hylocereus undatus

Buah Nona = Annona reticulata

Buni = Antidesma reticulata

Cempedak = Artocarpus Integra Merr.

Ceremai = Phyllanthus acidus

Cheri = Prunus apetala

Delima = Punica granatum L.

Durian = Durio zibethinus L.

Duku (Langsat) = Lansium domesticum Correa.

Jambu Air = Syzygium aqueum

Jambu Biji = Psidium guajava

Jambu Mawar = Eugenia jambos L.

Jambu Mete = Anaccadium odontinale

Jambu Monyet = Agathis lalillardieri

Jambu Semarang = Syzigyum semarangense

Jeruk Bali = Citrus maxima Merr.

Jeruk Keprok = Citrus nobilis Lour.

Jeruk Kingkit = Triphasia tripoliata

Jeruk Lemon = Citrus limon

Jeruk Manis = Citrus sinensis Osb.

Jeruk Nipis = Citrus aurantifolia Swingle.

Jeruk Sukade = Citrus medica

Kalangkala (Tangkalak) = Litsea sebifera

Kapulasan = Nephelium mutabile

Kasturi = Mangifera delmiana

Kawista Batu = Feronica lucida

Kedondong = Lannea grandis Engl.

Kelapa = Cocos nucifera

Kesemek = Diospyros kaki

Ketapi Suntul = Sandoricum koetjape Merr.

Kiwi = Actinidia deliciosa

Kurma = Phoenix dactylifera

Kuwini = Mangifera odorata

Lechi = Leachi chinensisLengkeng = Niphelium longanum

Malaka = Phylantus emblica

Mangga = Mangifera IndicaManggis = Gabcinia mangostana L.

Markisa = Passiflora quadrangularis L.

Matoa = Ponnetia pinniata

Melon = Cucumis melo

Mengkudu = Morinda citrifolia L.

Murbei = Morus alba L.

Nangka = Artocarpus heterophillya atau Artocarpus integra

Nenas = Ananas comosus Merr.

Pempaken (Lai) = Durio kutejensis

Pepaya = Carica Papaya

Persik = Prunus persicaPir = Pyrus communis

Pisang = Musa sp.Putsa = Ziziphus zizyphus

Ramania (Gandaria) = Bouea macrophylla Griff.

Rambutan = Niphelium lappaceum L.Rukam = Flacourtia rukam

Salak = Salacca edulis

Sawo (Sawo Manila) = Achras zapota = Manilkara zapota

Sawo Durian = Crisophyllum crainito

Sawo Kecik = Manilkara kauki

Semangka = Citrullus lanatus

Sirsak = Annona muricata

Srikaya = Annona squamosa

Strawberi = Fragaria virginiana

Sukun = Artocarpus communis

Zaitun = Olea europaea
Baca selengkapnya »

Sabtu, 04 Mei 2013

CARA BERANTAS HAMA DAN PENYAKIT BUAH MELON

CARA BERANTAS HAMA DAN PENYAKIT BUAH MELON


Agar tanaman melon dapat memberikan keuntungan yang maksimal, maka kesehatan tanaman harus diperhatikan yaitu dengan cara pengendalian hama dan penyakit tanaman melon dengan benar, berikut adalah cara mengendalikan hama dan penyakit tanaman buah melon.

Hama


a. Kutu Aphis (Aphis gossypii Glover )
Ciri: mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Aphis muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala: daun tanaman menggulung, pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun dihisap hama. Pengendalian: (1) gulma selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama; (2) semprot pestisida

b. Thrips (Thrips parvispinus Karny)
Ciri: menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan dilakukan di musim kemarau. Gejala: daun muda atau tunas baru menjadi keriting, dan bercak kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Gejala ini harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thrips. Pengendalian: menyemprot dengan pestisida

Penyakit
a. Layu Bakteri
Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Gejala: daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. 

b. Penyakit Busuk Pangkal Batang (gummy stem bligt)
Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. Gejala: pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun yang terserang akan mengering. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan; (2) daun yang terserang dibersihkan. 

Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan 

Gulma
Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil, karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.

demikian adalah cara pengendalian hama dan penyakit tanaman buah melon.. silahkan mencoba semoga berhasil.
Baca selengkapnya »